Laporan Akhir 2
- Buka web WOKWI.COM dan cari STM 32 NUCLEO C031C6
- Rangkai komponen sesuai dengan gambar rangkaian di modul
- Klik pada Library Manager untuk membuat file baru yang bernama main.h dan main.c
- Masukan program yang telah di buat sesuai kondisi pada kedua file tersebut
- Simulasikan
2. Hardware dan diagram blok [Kembali]
- Hardware
1. STM32 NUCLEO-G474RE
2. PIR Sensor
3. LDR Sensor
4. Driver Motor L298
5. Resistor 1k ohm
6. LED
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]
Sistem pada percobaan ini dirancang sebagai lampu jalan otomatis yang menggunakan sensor LDR, sensor gerak PIR, serta push button sebagai pengendali manual. Pada rangkaian ini, mikrokontroler STM32 NUCLEO-C031C6 berperan sebagai pusat pengolah data dari seluruh sensor untuk menentukan kondisi nyala atau matinya LED sebagai simulasi lampu jalan. Tujuan utama sistem adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi dengan memastikan lampu hanya menyala pada kondisi tertentu.
Cara kerja sistem diawali dengan pembacaan push button yang digunakan sebagai kontrol manual. Saat tombol ditekan, kondisi sistem dapat berubah sesuai program yang telah dibuat, misalnya untuk mengaktifkan atau menonaktifkan sistem sementara. Selanjutnya, mikrokontroler membaca data dari sensor LDR melalui pin ADC. Sensor LDR digunakan untuk mengetahui intensitas cahaya di lingkungan sekitar. Ketika kondisi masih terang, hasil pembacaan LDR menunjukkan bahwa pencahayaan lingkungan masih cukup sehingga LED tetap dalam keadaan mati, meskipun sensor PIR mendeteksi adanya pergerakan.
Pada saat lingkungan berubah menjadi gelap, sistem mulai mengaktifkan proses pemantauan menggunakan sensor PIR. Sensor PIR bertugas mendeteksi gerakan manusia atau objek di sekitar area lampu. Jika pada kondisi gelap sensor PIR mendeteksi adanya gerakan, maka STM32 akan memberikan sinyal keluaran untuk menyalakan LED sehingga lampu jalan otomatis aktif. Sebaliknya, apabila tidak terdapat gerakan yang terdeteksi, LED akan tetap mati guna mengurangi penggunaan daya listrik yang tidak diperlukan.
Selain itu, sistem juga menerapkan fitur delay atau waktu tunda setelah gerakan terakhir terdeteksi. Dalam kondisi ini, LED tidak langsung mati, tetapi tetap menyala selama beberapa detik sebelum akhirnya padam secara otomatis apabila tidak ada gerakan lanjutan. Dengan mekanisme tersebut, sistem dapat mengontrol lampu jalan secara otomatis berdasarkan kondisi pencahayaan dan aktivitas di sekitar lingkungan secara lebih efisien dan praktis.
Komentar
Posting Komentar